Teler Pakai Viting Lampu Bocah-Bocah Ini Terpaksa Diciduk Aparat

0
92
Teler Pakai Viting Lampu Bocah-Bocah Ini Terpaksa Diciduk Aparat

Semakin hari semakin, tren anak muda sekarang bertambah aneh. Mulai dari membuat tantangan challange yang unik, hingga ngevlog kesana-kemari. Terkadang membuat gemetar sih, tapi selama itu positif malah didukung. Namanya juga beda jaman, biar biar beken pun jangan sampai biasa.

Tapi sayangnya tidak selalu seperti tren kaum muda selalu positif, beberapa mengarah ke hal yang negatif. Misalnya, mabuk dengan lampu fittingan tiba-tiba bergejolak di dunia maya. Katanya biar kelihatan keren, dan ingin meniru teman-temannya, tapi akhirnya badannya pun bisa rusak dan sukacita siap menunggu. Berikut ini ulasan.

Ya, mereka hanya menggunakan alat sederhana, korek api, fiting lampu dan minyak angin sebagai bahannya. Meski begitu sederhana, siapa sangka bahan ini benar-benar bikin asik bangat, akibatnya polisi masih mencari lagi masalah ini, mungkin orang yang sengaja mengajari anak-anak ini mabuk dengan cara itu.

Bila dilihat bahan dan alat yang digunakan, praktis penggunaan alat ini dianggap meniru rokok elektrik. Ya, cara penggunaannya adalah piting lampu yang diberi sedikit kapas dan diberi sedikit minyak kayu putih atau cair dari cairan (isi rokok listrik).

Kemudian lempeng bawah dibakar dan dihirup asapnya. Akibatnya mereka mengaku mendapat efek seperti menghirup asap seperti rokok listrik, tapi sayang itu juga bisa menjadi bahaya bagi mereka. Karena terkadang bahan itu dicampur dengan sesuatu, sehingga tidak hanya bikin mabuk tapi juga sekarat.

Siapa sangka bukan pertama kalinya metode pemuda ini diketahui. Buktinya ada di bulan Maret, tepatnya di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, ada sekitar dua puluh dua siswa yang tertangkap basah melakukan cara yang sama di sekolah. Akibatnya polisi harus merebut barang yang digunakan mereka untuk mabuk.

Umumnya, bukti yang didapat sama dengan kejadian di banjar, namun bedanya adalah bahan yang digunakan adalah cairan bukan minyak angin. Meski ketahuan, para siswa ini berdebat sampai mereka mabuk, karena mereka menganggapnya sama dengan rokok biasa.

Memang benar menggunakan rokok elektrik atau bukan hak pribadi, tapi kalau untuk anak di bawah umur akan menjadi cerita lain. Karena usia tidak mencukupi, akibatnya bisa banyak penyakit yang siap menular. Mulai dari gangguan pernafasan hingga penyakit kronis lainnya. Apalagi mengingat banyaknya anak laki-laki yang menggunakan bahan campuran seperti minyak kayu putih dan lain-lain dalam penggunaannya. Apalagi alat yang digunakan itu serampangan, fiting lampu.

Lebih dari itu, penggunaan metode ini diketahui membuat pemabuk menjadi pemabuk, oleh karena itu terbagi dalam kategori bahaya, apalagi sampai sekarang masih belum sepenuhnya diketahui kandungan dalam tubuh jika minyak kayu putih dan cairan cair terhirup dengan cara ini.

Ternyata semakin maju kali ini juga mempengaruhi tren yang semakin penasaran. Jika positifnya bukan papa, itu harus didukung, nah kalau negatif seperti ini kita harus mengatasinya. PR ini bagi kita bersama untuk menjaga generasi muda sebagai penerus bangsa.